7 Alasan Harus Menonton Drakor Hometown Cha Cha Cha

Assalamu'alaikum bestie duedewi

Para pecinta drama Korea (drakor) pasti tahu dong drakor paling hits akhir-akhir ini. Drakor ini merupakan serial Korea terbaru dari Netflik yang meraih rating tinggi. Nah drama Korea ini berjudul "Hometown Cha Cha Cha". Drama ini sangat popular di beberapa Negara termasuk di Indonesia. Kabar baiknya lagi bahwa salah satu brand Indonesia juga ikut mensponsori drakor ini lho, brand tersebut yaitu KOPIKO. Permen KOPIKO sebelumnya juga menjadi salah satu sponsor dalam beberapa drakor yang memiliki rating tinggi diantaranya “Vincenzo” dan “Mine”. Wah keren !!!

Okay kita bahas drama "Hometown Cha Cha Cha", drama ini diperankan oleh Kim Seon-ho sebagai Hong Du-Sik yang biasa disebut dengan Hong Banjang (Kepala Hong) merupakan seorang pekerja lepas alias multitalent yang sangat dicintai warga satu kampungnya karena dia memiliki sifat yang sangat baik dan ramah serta ringan tangan. Pemeran utama wanitanya yaitu Shin Min-a yang berperan sebagai Yoon Hye-jin seorang dokter gigi dari Seoul yang berpindah ke Desa Gongjin dan membuka klinik gigi di desa tersebut. Yoon Hye Jin ini memiliki sifat yang berani, tangguh, dan inspiratif. Selain mereka berdua tentunya banyak juga aktor keren yang berperan sebagai warga Desa Gongjin dengan karakter yang tentunya masing-masing memiliki sifat yang inspiratif. Drakor ini memuat cerita yang sangat ringan dan relate dengan kehidupan sehari-hari khususnya kehidupan di desa


7 Alasan Kamu Harus Menonton Drama Korea 

Hometown Cha Cha Cha

Banyak nilai moral yang dapat kita ambil dari cerita drama Korea Hometown Cha Cha Cha ini, drakor ini harus menjadi drakor list yang wajib kamu tonton. Berikut beberapa 7 alasan kenapa kamu harus menonton drakor ini :

1. Suasana Pedesaan yang Asri

Sumber : kompas

Suasana menyenangkan di desa Gongjin yaitu terletak di pinggir pantai. Desa ini merupakan bagian dari Pohang yaitu sebuah kota yang berada di Propinsi Gyeongsang Utara, Korsel. Sebelumnya kota ini juga digunakan untuk syuting drama Korea yang berjudul “When The Camelia Blooms”. Suasana desa yang tenang dan menyenangkan dapat kalian rasakan dalam drama Korea ini. Bersyukur sekali bisa tinggal di desa  yang begitu tenang dan indah seperti Desa Gongjin. Bayangkan bagaimana hiruk pikuknya suasanan kota yang seakan mengikat kebebasan kita setiap harinya. Setelah melihat drama tersebut kalian pasti merasa bersyukur bisa tinggal di desa, apalagi desa tersebut merupakan desa yang menjadi tempat kelahiran kita. 

2. Tingginya Rasa Sosial dan Rasa Kekeluargaan yang Masih Kental

Sumber : instagram tvN

Kegiatan sosial dan kekeluargaan dalam drakor ini masih sangat kental. Terlihat bahwa setiap beberapa hari sekali warga desa saling kerjasama untuk melakukan kerjabakti pembersihan lingkungan. Rasa kekeluargaan pun masih terasa begitu kental, warga desa tersebut sering melakukan rapat desa untuk membahas segala permasalahan yang terjadi di desa tersebut. Warga desa Gongjin juga sering berkumpul di balai pertemuan untuk merayakan suatu acara tertentu. 
Sumber : intipseleb
Hubungan seluruh warga desa sangat baik. Mereka lebih mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, masing-masing dari indvidu memiliki sifat yang sopan dan juga inspiratif. Seperti halnya dengan Hong Banjang yang selalu membantu semua warga Gongjin demi kebahagian warga, namun salahnya dia malah tidak mempedulikan kebahagiannya sendiri. Tentu ada alasan kenapa Hong Banjang bersikap demikian dan semua itu akan terjawab di episode-episode akhir drama ini. Sikap baik seluruh warga Gongjin ini perlu dicontoh agar tercipta masyarakat yang hidup dengan tentram dan damai.

3. Bangga dengan Makanan Daerah

Sumber : instagram tvN

Banyak warga desa yang berprofesi sebagai wirausaha, baik membuka restoran maupun membuka usaha cafe, toko kelontong dan sebagainya. Ada juga beberapa yang berprofesi sebagai pekerja pengering cumi-cumi yang dibayar sesuai dengan jam kerjanya. Setiap ada kegiatan mereka selalu memasak makanan desa Gongjin, pastinya makanan dengan ciri khas pesisir pantai. Beberapa makanan tersebut yaitu Ojingeochae (terbuat dari cumi-cumi dalam bentuk suwir), Yukpo (makanan terbuat dari cumi-cumi juga), Seafood ramyeon, Hoe (ikan mentah khas Korea). Seperti halnya kita juga harus menyukai makanan khas daerah, menyukai makanan khas daerah berarti kita telah ikut melestarikan kebudayaan daerah.

4. Bekerja Keras, Bermanfaat dan Penuh Bersyukur

Sumber : klaklik

Seluruh warga desa Gongjin bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan dalam sehari-hari. Karakter Hong Banjang dalam drama ini mempunyai sifat pekerja keras, dia bisa melakukan pekerjaan apapun dan memiliki lisensi atas semua pekerjaannya. Pekerjaan yang dilakukan seperti tukang bangunan, montir, makelar sewa, dsb. Dia selalu bekerja keras dalam hidupnya. Tujuan dia bekerja keras bukan semata-mata untuk menghasilkan uang namun untuk membantu warga Desa Gongjin, nah maka dari itu dia disebut dengan Hong Banjang yaitu Kepala Hong di Desa Gongjin karena multitalent dan dicintai semua warga Gongjin. Pada drama Korea ini kita juga belajar untuk mensyukuri hidup misalnya mensyukuri hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari seperti bisa makan makanan enak, melihat pemandangan-pemandangan indah dan bertemu dengan orang-orang yang hebat. Hal tersebut adalah hal yang selalu disyukuri oleh nenek Kim Gam Ri. Sebagai manusia kita wajib mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan pada kita.

5. Ilmu Parenting, Cara Mendidikan Anak Millennial

Sumber : instagram tvN

Kita juga disuguhi beberapa masalah dalam mendidik anak zaman millenial (tanpa hadirnya sosok seorang ibu), yang memaksa ayah untuk berperan ganda yaitu sebagai seorang ayah dan sekaligus menjadi seorang ibu. Ju-Ri merupakan seorang anak remaja perempuan yang bertumbuh dewasa dan sangat sulit diatur oleh ayahnya, dia begitu mengidolakan Boy Band yang hits saat itu. Bahkan apapun dilakukan untuk bisa bertemu dengan idolanya tersebut. Kemudian keluarga pasangan Yeo Hwa-jung dan Young-guk (kepala distrik termuda desa Gongjin) yang akhirnya mereka bisa bersatu lagi setelah beberapa lama bercerai karena suatu kesalahpahaman. Imbas dari perceraian tersebut yaitu anak (Jang Yi-jun) menjadi korban,  anak selalu merasa kesepian karena hanya bisa makan bersama dengan ayah dan ibunya di saat hari ulang tahunnya saja. Namun cara mendidik anak di tengah perceraian tersebut juga sangat baik sehingga Jang Yi-jun tumbuh menjadi anak yang peka dan sangat pengertian terhadap semua orang. Padahal seusia dia (anak-anak) harusnya memiliki sifat egois sebagai anak-anak yang lebih dominan. Namun Jang Yi-jun tumbuh menjadi anak yang sangat pandai, sopan dan pengertian. Keluarga Choi Geum-chul dan Ham Yun-kyung si pemilik toko kelontong dan perkakas mengajarkan kita bahwa menjadi ibu rumah tangga yang membesarkan dua anak itu sangat sulit, jangan sampai kita meremehkan profesi tersebut dan sebagai suami suami harus bisa lebih memahami istri yang sudah dengan ikhas mengandung, melahirkan, dan merawat anak-anaknya.

6. Hidup Sederhana Itu Pilihan

Sumber : okemom

Karakter Hong Banjang ini sangat sederhana, meskipun dia memiliki uang namun dia selalu berhemat dan tidak menghambur-hamburkan uangnya. Dia hidup di rumah yang juga sederhana yaitu rumah masa kecilnya. Sejak kecil Hong Banjang adalah yatim piatu, dia tinggal dengan kakeknya. Baginya hidup bukan tentang mencari uang. Namun kenapa dia selalu meminta upah dalam setiap pekerjaan yang dilakukan (membantu warga)?. Hal ini dilakukan supaya warga Desa Gongjin tidak sungkan untuk meminta bantuannya lagi di kemudian hari. Dia melakukan pekerjaan itu juga dengan bahagia walaupun tidak banyak upah yang didapatkan. Baginya hidup di Desa Gongjin dengan segala kesederhanaannya adalah sebuah impian. 
Menjadi sederhana adalah pilihan, jangan sampai uang menjadi tujuan utama kita dalam kehidupan yang berjalan. #kutipanduedewi

7. Self Healing dalam Struggle Life

Setiap orang memiliki masalah dalam hidupnya. Seperti yang diceritakan dalam drama tersebut bahwa setiap pemeran memiliki masalah hidup yang belum tentu diketahui oleh orang lain. Seperti yang ucapan dari Yeo Hwa-jung :

Yups betul banget, kita tidak tahu bahwa orang lain memiliki masalah serumit apa dan bagaimana stuggle life yang dilalui, jadi kita tidak boleh menilai orang seenaknya saja. Selaras dengan warga Gongjin yang memiliki perjuangan tersendiri mengenai bagaimana perjuangan mereka dalam menjalani hidup dengan masa lalu yang mungkin tidak menyenangkan. Mereka berusaha kuat walaupun memiliki luka dalam yang lama terpendam. Finally, akhirnya masing-masing bisa menemukan self healing untuk berdamai dengan masa lalunya.

Itulah 7 alasan kenapa kita harus menonton drama Hometown Cha Cha Cha ini, banyak pesan moral yang dapat kita ambil yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oh ya walaupun alur ceritanya ringan namun setiap episodenya selalu berbobot lho. Rasanya happy kalau nonton drama Korea yang tidak terlalu menuntut penonton untuk berpikir keras haha. Ingat esensi dari menonton drama supaya terhibur bukan malah sebaliknya ya. Drama ini bisa membuat kamu senyum-senyum sendiri, namun di episode akhir juga bisa membuat pipimu basah. 

Penasaran?

Selamat menonton...


Dewi Tinjung Sari
Seorang pebelajar lulusan Magister Pendidikan Ekonomi, blogger, antologi's book author, business woman. Menyukai belajar yang tertarik dengan dunia pendidikan dan menulis "lifestyle blogger". Penawaran kerjasama dan sejenisnya bisa menghubungi saya pada halaman contact. Terima Kasih.

Related Posts

Posting Komentar