Vaksin COVID-19 : Aman, Mudah dan Halal

 Apakah kamu sudah vaksin COVID-19?

Saya sudah vaksin COVID-19

Sehat merupakan hak setiap orang dan vaksin adalah salah satu hak fasilitas sehat untuk setiap orang.

Hak kesehatan merupakan hak dasar manusia yang menjadi kewajiban pemerintah, sesuai dengan Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berbunyi “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Selain itu masih ada beberapa ketentuan-ketentuan lainnya yang mengatur tentang hak kesehatan manusia seperti Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan sebagainya. Presiden Jokowi menyatakan bahwa vaksin COVID-19 ini bersifat gratis untuk semua masyarakat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021. Jadi menurut peraturan terbaru bahwa setiap warga Negara mendapatkan vaksin COVID-19 ini secara gratis ya. Pemerintah juga sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan vaksin dalam rangka pengadaan vaksin, vaksin yang digunakan yaitu vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer. Maka dari itu Presiden juga mencanangkan gerakan vaksin 2 juta dalam sehari untuk membantu pembetukan herd immunity secara cepat.

Pada kenyataannya, tidak semua lapisan masyarakat dapat menerima fasilitas vaksin gratis tersebut dengan tangan terbuka. Minimnya antusias masyarakat dalam vaksinasi tersebut dikarenakan adanya berita hoaks mengenai dampak negatif dari vaksin COVID-19. Banyak berita miring yang tersebar di media sosial sehingga masyarakat cenderung merasa takut untuk melakukan vaksin. Padahal pemerintah sudah berkali-kali melakukan sosialisasi tentang keamanan dan kehalalan vaksin tersebut, namun masyarakat masih enggan melakukan vaksin. Maka dari itu pemerintah mengambil tindak tegas bahwa vaksin wajib dilakukan oleh masyarakat. Kewajiban tentang vaksinasi tersebut sebenarnya sudah tertuang dalam beberapa peraturan perundang-undangan sejak lama seperti UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penyakit Menular. Jadi sebagai warga negara yang baik yuk patuhi aturan yang berlaku.

Pengalaman Vaksin COVID-19

Saya akan sedikit berbagi pengalaman pribadi mengenai vaksin COVID-19. Singkat cerita beberapa bulan lalu saya dan keluarga sempat mengalami gejala yang mirip dengan COVID-19, gejala yang kami alami berbeda-beda tiap anggota keluarga. Namun saat itu hanya saya yang mengalami sedikit lebih banyak gejala daripada anggota keluarga lainnya. Setelah mendapat obat dan vitamin dari dokter kami pun sekeluarga berinisiatif melakukan isolasi mandiri. Kalau ditanya gimana rasanya? Hmm, Subhanallah luar biasa gak enaknya haha. Jangan sampai deh ngerasain seperti itu lagi, nyerang fisik dan mental banget. Cerita COVID-19 yang ini tidak saya ceritakan secara lebih detail ya karena takut ada yang bilang tiru-tiru kayak di-endorse aja. Ya cuma tidak habis pikir sama orang yang masih nge-jugde sakit COVID-19 karena di-endorse, alangkah sebaiknya jika kita lebih menjaga ucapan kita. Mari kita pikirkan terlebih dahulu sebelum berbicara "siapa kira-kira yang mau di-endorse sakit?". Saya hanya bisa mendoakan mereka yang masih berpikiran demikian semoga selalu sehat wal’afiat, hidayah Allah itu nyata adanya.

Adanya kejadian tersebut maka menjadi sebuah keharusan bagi keluarga kami agar tidak menunda untuk vaksin. Kemudian tanggal 30 Agustus 2021, saya dan ibu mertua mengikuti vaksin. Kenapa hanya berdua? Ya karena anggota keluarga yang lain sudah divaksin terlebih dulu. Alhamdulillah Pondok Pesantren Ar-Rohman Tegalrejo Magetan mengadakan vaksin untuk para santrinya dan keluarga besar pondok pesantren juga bisa mengikuti vaksin tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 yang menyatakan bahwa telah ditetapkan sejumlah vaksin COVID-19 yang akan beredar di Indonesia, yakni vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac. Jenis vaksin yang digunakan oleh Pondok Pesantren Ar-Rohman Tegalrejo dalam vaksinasi adalah vaksin CoronaVac yang berkerjasama dengan Dinas Kesehatan Puskesmas Gorang Gareng Taji.

X : “Lho ada ya vaksin yang namanya CoronaVac?” (*kebetulan banyak yang tanya nih)

Y : “Ada guys….”

Vaksin Sinovac merupakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi China. Bio Farma memproduksi vaksin corona buatan Sinovac yang diberi nama CoronaVac di Indonesia.

Kami pun berangkat ke tempat vaksinasi yaitu di MTS Ar-Rohman Tegalrejo Magetan. Sampai disana kami disambut baik oleh panitia vaksin yang terdiri dari guru dan karyawan keluarga besar Yayasan Ar-Rohman Tegalrejo. Kami mengantre dan menunggu giliran untuk melakukan pengisian data. Oya untuk syarat vaksin cukup dengan membawa fotokopi KTP sebanyak 2 lembar saja ya. Jangan lupa memakai baju yang berkancing depan supaya mempercepat proses penyuntikan vaksin ke lengan tangan sebelah kiri. Proses vaksinasi kemarin berjalan dengan tertib dan lancar, prioritas vaksinasi adalah para santri kemudian disusul dengan orang dewasa. 

dokumen pribadi

Kegiatan vaksinasi tersebut berjalan dengan cepat, berikut proses vaksinasi yang diadakan oleh Pondok Pesantren Ar-Rohman Tegalrejo :

  1. Kumpulkan 2 lembar KTP ke petugas, kemudian petugas akan mencatat data nama, no ktp, alamat dan sebagainya ke dalam form skrinning. Kalau ingin tahu form skrinning seperti apa, bisa dilihat di laman berikut : Form Skrinning Sebelum Vaksinasi COVID-19
  2. Menunggu giliran untuk data dimasukan ke dalam sistem. Kemudian data dimasukan ke sistem oleh petugas sesuai dengan antrean.
  3. Setelah itu petugas mengecek tekanan darah dan suhu tubuh kita (mungkin ada beberapa yang dicek saturasi juga ya).
  4. Kemudian pengisian form skrinning yang dilakukan oleh petugas dengan wawancara singkat ke calon penerima vaksin.
  5. Setelah aman melewati skrining kita langsung masuk ke ruang penyuntikan untuk dilakukan vaksinasi. Nah tempat penyuntikan yang disediakan oleh MTS Ar-Rohman ini cukup nyaman, penyuntikan untuk perempuan dan laki-laki dilakukan secara terpisah. Disediakan bilik khusus untuk perempuan dan tentunya dilakukan oleh dokter perempuan juga. Kemudian penyuntikan dilakukan dengan vaksin CoronaVac dosis 1. Kalau ditanya gimana rasanya? Cepet banget kayak digigit semut alias ga kerasa… hehe so, don’t worry yah!
  6. Finally, kita melakukan presensi dan tandatangan setelah melakukan vaksin, kemudian jangan lupa untuk mengumpulkan berkas skrining ke petugas dan menunggu cetak kartu vaksin COVID-19, seperti ini :

Finish, cukup mudah kan, selain itu juga aman dan halal lho :D

Nah kita juga bisa mengunduh sertifikat vaksin tersebut di laman pedulilindungi.id dengan melakukan registrasi terlebih dahulu kemudian cetak sertifikatnya. Seperti ini hasil cetak sertifikat vaksin dosin 1.

Kinerja Vaksin CoronaVac

Vaksin ini merupakan vaksin buatan Bio Farma. Vaksin CoronaVac ini berada dalam pengembangan vaksin Sinovac dari China. Menurut informasi dari dr. Meva Mareza, alodokter (2021) menyatakan bahwa vaksin CoronaVac merupakan vaksin yang berbahan dasar dari virus Corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan (inactivated virus). Vaksin ini sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari BPOM, serta sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setelah disuntikkan virus yang tidak aktif pada vaksin ini akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus Corona secara spesifik. Sebanyak 65% bisa menurunkan gejala tertularnya virus COVID-19. Sebagai ilustrasi, jika ada 9 juta orang yang bisa terinfeksi dan masuk rumah sakit karena COVID-19, setelah pemberian vaksin ini jumlahnya bisa berkurang menjadi hanya 3 juta orang. Sementara pada skala individu, risiko orang yang sudah divaksin akan menjadi 3 kali lebih rendah untuk mengalami sakit karena COVID-19.

Bagaimana Efek Samping dari Vaksin CoronaVac?

Vaksin ini dinilai aman, karena efek samping yang bisa muncul hanya bersifat ringan dan sementara. Efek samping yang saya rasakan setelah vaksin ini seperti sedikit nyeri di area peyuntikan (lengan kiri) dan sedikit sakit kepala. Kemarin setelah vaksin saya mencoba untuk istirahat tidur siang namun susah memejamkan mata karena mungkin agak nyeri di lengan dan agak pusing. Tapi efek tersebut tidak berlangsung lama, sore hari sudah segar kembali dan hari kedua ini efek nyeri di suntikan sudah berangsur membaik dan sudah tidak sakit kepala lagi. Jadi tidak perlu takut dan ragu lagi ya, yuk sehat, yuk ikhtiar!

dokumen pribadi

Karena sehat merupakan hak setiap orang, jadi pergunakanlah hak sehatmu secara baik ya.

Yuk gunakan fasilitas vaksin gratis ini sebaik mungkin, karena vaksin merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita untuk kesehatan di masa pandemi seperti saat ini. #stayhealthy

Semoga bermanfaat, because caring is sharing :)

Referensi :

Alodokter. (2021). Kenali Perbedaan Vaksin-Vaksin COVID-19 yang Akan Digunakan di Indonesia. Diperoleh tanggal 31 Agustus 2021 dari https://www.alodokter.com/kenali-perbedaan-vaksin-vaksin-covid-19-yang-akan-digunakan-di-indonesia

Dewi Tinjung Sari
• Education • Authorship • Lifestyle • Seorang pebelajar yang memiliki hobi menulis. Penawaran kerjasama dan sejenisnya bisa menghubungi saya pada halaman contact. Terima Kasih.

Related Posts

Posting Komentar